Pada Suatu Malam, Engkau Berjalan

telapak kaki yang membawa langkah-langkahmu
pada sebuah malam yang dinginnya asing
adalah persembahan rahasia yang tak kau kehendaki
dan lengan jalanan lengang dipilih menjadi altarnya

daunan pohon di kiri-kanan mengingatkan
tak henti-henti sebuah kejadian
dari mimpi buruk dalam tidurmu
yang membuat segenap waktu adalah duka
hingga kau lupa pada rasa takut

dan bayanganmu ditelan bayangan pohonan
yang hilang jua di bawah bayangan langit

seperti inikah kehidupan di belakang punggung matahari?
engkau bertanya kepada senyap
yang melingkup

cahaya matamu meraba-raba arah dalam redup
gerangan di mana diletakkan tujuan

engkau terus berjalan di sela-sela percakapan
angin dan ranting-ranting yang tak kau pahami
dan mengabaikan setiap persimpangan yang kau temui
seperti kakimu bukan kakimu
seperti tubuhmu bukan tubuhmu
seperti segala sesuatu bukan milikmu
kecuali pertanyaan,
sebab jawaban dan tujuan bukan pula pengetahuanmu

maka engkau terus berjalan,
engkau terus berjalan…

2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s