Mencari Tubuh Ayah

dari pintu yang kuak setengah
ibu melambaikan tangan
sambil tertunduk memasrahkan biji-biji
air mata pada lantai

air mata itulah yang tumbuh jadi laut
seluruh pantainya adalah muara

suatu waktu, ayahmu kembali
dibawa oleh sungai
aku akan menerimanya meski
telah menjadi daun kering
atau sampah
atau apa pun.

aku berenang berhari-hari
tetapi laut itu sungguh luas
dan setiap pulau yang kudatangi
tak menyimpan tubuh ayahku

aku juga memanjat punggung-punggung gunung
tetapi setiap tangga menuju arah yang salah

ibu tetap menunggu di atas doa-doa
dan uban-ubannya rontok satu-satu
menjadi kayu bakar
yang memanaskan tungku tanah liat
agar kami tetap kuat

2006

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s