Mata Ibu

sejak dulu kala
matamu hulu kali

airnya lelehan cermin
menggenangi pipi, telaga tempat ikan-ikan
berenang; anak-anak yang engkau lahirkan
dan tumbuh dewasa lalu melepaskan
siripnya di antara batu-batu buta

air itu jualah menguap ke langit
sebab tak ada mulut laut
mau jadi muara

di ceruk pipimu, para pemancing datang
bagai gelombang pengungsi dari pulau-pulau jauh

tetapi engkau sungguh tak tahu mengeluh
sebab air kali itu membuat langit
selalu biru,
selalu baru
dan lelaki bangun mendapati
setiap hari sebagai hari baik buat memancing

tetapi engkau sungguh tak tahu mengeluh
mulutmu corong seluruh doa paling minta
agar tuhan tak mengeringkan kali
sebelum ternak dan anak-anak
menemukan hujan

2006

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s