Malam Lebaran. Tebaran Hujan. Debaran Jantung.

Suara ketukan air hujan di kaca jendela kamar
seperti suara ketikan surat berlembar-lembar

Hujan tak sejahat yang kau duga, katanya.

Oleh hujan padang rumput yang semula berona
tanah menjelma hamparan hijau karpet beledu

Dan rumput-rumput hijau membuat ternak-ternak
riang bukan kepalang dan karenanya berubah gemuk

Dari ternak-ternak gemuk datanglah sempurna
irisan-irisan daging kurban yang segar dan nikmat.

*

Suara tebaran air hujan di lempeng seng rumah
seirama suara debaran jantungku penuh gelisah

Di sela hujan suara-suara takbir dari surau-surau
bagai puisi yang memanggil dari jauh dengan haru

Puisi haru dari jauh bagai gerbong kereta yang mengantar
kembali wajahmu yang pelan-pelan mengabur dan samar

Dan wajah samar yang datang bertamu di malam lebaran
membuat jantungku tak mampu menampung semua debaran.

2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s