Magrib

cahaya jingga terakhir hari ini
yang jatuh persis di kayu jendela
telah menguap lenyap ke dalam senyap

dan gelap lengkap
membekap
aku
rindu
didekap

andai saja engkau lupa tersenyum
waktu itu, sebelum jalan-jalan
membawa telapak kakimu menjauh
dari daun pintu

sekali lagi aku tersedu sedih
sebab rindu adalah penyakit
yang terlalu sering kumat

setiap magrib
senyummu adalah tirai jendela
mengamankan aku
dari mimpi buruk dan igau
di lapang ranjang

2006

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s