Lelaki Ikan

sebatang pohon yang ditebang bandang
suatu petang
saat kupu-kupu bermain riang dalam terbang
itulah jembatan antara siang-malamku
dengan tempat yang menyembunyikanmu

di bawahnya sungai mengaruskan air mata gunung
yang lelah melawan matahari dalam tarung

bulan mengawasi dari tempat tinggi
mengkhawatirkan air mataku
yang selalu ingin melarikan diri
menyusul keberangkatanmu ke sana

ke mana?
tak ada yang tahu
ada saja pertanyaan ditakdirkan sia-sia

pada sebuah subuh, aku terbang sebagai seekor elang
lalu hinggap di ranting-ranting sungai
menjelma ikan dan mencarimu di sela-sela batu

aku tak menemukanmu
namun alir sungai dan air mataku
adalah saudara yang saling kasih

setelah itu batang pohon dan bulan yang sama
akan bercerita pada anak-anak
bahwa aku adalah lelaki ikan
yang mencari pengantinnya di lubuk sungai ini

aku tak bersedih, meski betul-betul tak bertemu jejakmu
sebab kesedihanku akan melahirkan
kesedihan-kesedihan lain

bukankah anak-anak harus belajar bersedih?
begitu pula kehilangan
begitu pula kesetiaan
begitu pula…

2006

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s