Kereta Api

– dari catatan harian, 1994 – 2005

Aku punya tiga kereta api
dalam catatan harianku

Solo, 14/01/1994

Aku bertemu kereta api seminggu
setelah engkau tak mau lagi bertemu

Aku sungguh gugup berkenalan

Engkau pernah cerita: banyak pencopet,
mereka tahu betul bagaimana orang baru
menyebutkan nama dan menjabat tangan,
juga dompet di mana disembunyikan

Di kotaku, engkau tahu, tak ada rel kereta
tetapi aku mau mencarimu

Katamu di waktu lain,
“Tahu lagu Stasiun Balapan?
Aku tinggal tak jauh dari situ.”

Yogyakarta, 23/01/2000

Di depan loket karcis beberapa detik
sebelum kereta menutup pintu
dan berangkat aku ingin tergesa-gesa
memasang pelukan tebal ke tubuhmu
sebagai baju penghangat untuk musim hujan
yang menyimpan demam dan dendam

Makassar, 30/08/2005

Waktu pernah jadi jendela kereta api
semuanya lewat secepat kilat
di luar, aku tak pernah sempat
menandai wajahmu yang berkelebat

Lalu waktu menjelma rel kereta api
mengembalikan semua yang pergi

Sayang sudah aku tinggalkan stasiun.

2006

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s