Kepada Seorang Perempuan Kuala

“… itu rahasia kita saja. simpanlah!”

waktu itu satu jam sebelum sabtu
engkau pergi mengikuti anak sungai
lalu lenyap di perangkap kuala
seperti bayangan ditelan mulut cahaya
dari segala arah

kepada puisi yang malu menampung kata-kataku
telah berkali-kali aku mohonkan sedikit waktu
untuk berbincang di bawah rindang pohon waru

ketahuilah puisi harus jujur, katanya,
meskipun harus bicara dengan bahasa asing,
bahasa yang hening atau yang bising

puisi enggan menanggung rahasia

dan persoalan ini tetaplah menyiksaku
melarangku jadi lelaki tua dan mati

sementara alangkah rindunya
liang makam pada tubuhku
seperti anak-anak bermimpi
tertidur di rahimmu yang basah

benarlah katamu, rahasia adalah masalah
dan engkau membangun penjara di sana
untuk aku dan gaung suaramu

“… itu rahasia kita saja. simpanlah!”

2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s