Awalnya Sangat Sederhana

Awalnya sangat sederhana
hanya bukit dengan hijau rumputnya

lalu kita tiba pada pertanyaan:
bangunan apa sebagai tetanda?

cinta, katamu, adalah hiruk-pikuk kota
lalu kau dirikan restoran dan café dengan musik berbahasa asing,
bioskop dengan film-film eropa dan amerika,
mall dengan etalase-etalase yang mengeringkan kantong,
dan hotel yang kasurnya membuatmu tak pernah lelah bercinta

tetapi aku lebih suka cinta itu dalam dan sepi,
maka kugali sebuah perigi di kaki bukit
yang meluruhkan gerah
yang membasahi dahaga
dan membuat rumput berbunga.

*

Awalnya sangat sederhana
hanya bukit dengan riang ternaknya

tetapi seperti yang aku duga
riuh kota akan membuatmu bosan dan lelah
dan kau runtuhkan semua yang berdiri
semua yang kau bangun sendiri
lalu pergi mencari tanah bukit lain
melupakan cinta
dan aku yang tak mengerti

sementara perigi tak bisa dipindahkan
meskipun kota mati berkali-kali
di sana aku terkurung di dasarnya
dan air mata jadi mata air

2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s