di depan pintu

tas sudah sarat
waktu sudah tepat
langit sudah biru kembali
dan jalanan sudah meminta kaki

tetapi perpisahan
bagaimana sebaiknya diucapkan?

ah, mengapa tak aku persiapkan jauh waktu
sebelum bertemu kau?

3 thoughts on “di depan pintu

  1. JAWABANtak perlu kau pikirkantak perlu ada ucapan perpisahantak perlu mengucap, selamat tinggaltak perlu meluncurkata,sampai jumpatak perlu ada kata, bye byemelangkah sajalah!biar kutatap punggungmusampai kau menghilang dibelokan sanabiar kutekuri bekas kakimupertanda kau pernah adadan itulah kesalahan kauterlanjur datang ke rumahkubukankah kau sudah tahu?rumahku, rumah reyottak ada kursi, tak ada kamardapurku, dapur kosongtak ada kopi, tak ada gulamaaf!yang kusuguhkan hanya air matasekali lagi,melangkah sajalah!ucapan salammu kala datangsudah lebih dari cukupmembuatku terharudan selamanya kau takkan tahusiapa aku?begitupula akuselamanya takkan tahusiapa kau?sekali lagi,melangkah sajalah!kau tak berhak menilai rumahkukau tidak tahudi bawahnya ada pintupintu rahasiakuyang kau tidak tahu cahayanyadan aku tak berhak menahanmurumah mewahmu menantikasur empukmu menunggupermaisurimu merindulagi-lagi,sekali lagi,melangkah sajalah!Salam puisi,

  2. to nyomnyom : ‘salam kenal’ juga di dunia maya, Mbak! Kalau boleh tahu, ‘nakke’ itu apa ya?salam puisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s