sebuah pohon

kecupan yang kau tanam di keningku
kini telah tumbuh jadi pohon lebat

akar, batang dan cabang-cabangnya kuat
tempat anak-anak senang memanjat

sesekali
tidakkah kau ingin datang
mengecap kecut buahnya?

3 thoughts on “sebuah pohon

  1. Sebenarnya sih pengen, tapi gak jadi deh! Habis kecut, sih! Aku kan suka yg pahit.. Kenapa? Kalau pahit, masih banyak waktu untk membuatnya jadi manis… Tidak sm klau manis, mepet! Maunya segera dimkn. Klau tdk, pasti basi atau membusuk.. Ataukah kasi msuk dlm kulkas…Tapi, 2,3 hari pasti keriput. He..he..Lalu bagaimanakah yg kecut? Apakah dia jeruk atau mangga muda? gak tahu deh! Gak ngerti….He..he.. Beginilah kalau orang bego membaca puisi handal, komentarnya kagak nyambung. He..he..Pjg sekali commentnya,K! Berkarya terus!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s