tiga sajak

kwatrin tentang matamu

setiap kali memandang sepasang matamu
aku adalah seorang bocah kecil yang buta
datang dari rerimbunan gelap hutan dan hujan
tiba-tiba bisa melihat matahari terbit dari lautan


pulau rahasia

kau tak pernah tahu
aku sembunyikan
jauh dari matamu
sebuah pulau rahasia
yang tak ditumbuhi apa-apa
tak ada bunga
tak ada rumah

juga tak ada cinta
kecuali jejak-jejaknya

dan sebuah ceruk telaga

nanti di situ
matahari akan jatuh
seperti darah menitis
dari jari manis
seorang gadis

dan aku mengenang namamu
beserta seluruh masa kecilmu
yang pernah menghuni sajakku

ziarah ke makam kawan
:mengenang nh

kini aku ada di sisi tidurmu
ingin bertanya satu rahasia

apakah kau suka berjalan
sambil tidur?

kau datang setiap malam
menemaniku berbincang

tetapi matamu terpejam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s