dua puisi juni

: Juni 2006

Inilah puisi terakhir yang akan aku tuliskan
seperti gagang telepon yang kau tangkupkan
untuk kau dan untuk puisi: sebutlah perpisahan.

: Juni 2007

Sebab apa telepon itu berdering terus-terusan
Apakah kau atau puisi yang membunyikan,
mau mengajakku berbicang tentang kenangan?

3 thoughts on “dua puisi juni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s