sesudah bayanganmu

sesudah bayanganmu bersembunyi di balik terang lampu
aku buta seperti batu atau bata yang menahan cuaca buruk
hingga taman itu aman tumbuh semakin hijau di wajahmu
bayangan itulah dulu yang selalu menakutiku di malam hari
yang jadi pohon atau jalan memanjang di dinding kamarku
lalu memasuki sepasang relung mataku waktu aku tertidur

kau betul-betul pandai mengubahku menjadi layang-layang
yang suka tersangkut di tiang listrik atau di ranting pohon
dan membiarkan benang putus dan aku ketakutan pada angin
atau menyihirku jadi jendela yang sekaligus bisa mengalami
kedua-duanya; dirimu yang cahaya juga dirimu yang bayangan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s