puluhan tahun kemudian

saat usia tua datang, waktunya ingatan
terakhir kali semua kembali dihidupkan

lalu tiba-tiba ada yang tumbuh dari waktu,
deretan kata yang pernah engkau semaikan
ke telingaku waktu itu, puluhan tahun lalu,
janji yang pernah mati-terkubur rongsokan
ingatanku dan ingatanmu yang berkarat itu

saat usia tua datang, waktunya janji
kembali akan menagih dan menguji

kata-katamu itu tumbuh jadi sebatang pohon
yang lagi dan lagi akan gugur daun-daunnya
seperti raut dan rambut kita di hadapan maut

karenanya aku menyiapkan puisi ini sebagai lahan
bagi pohonmu itu yang kelak biji-bijinya berdahan
agar nanti arwahku akan tenang jadi burung hutan.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s