dua sajak lama


penjara

meski telingaku dikhianati suara
atau kakiku ditinggalkan langkah

puisi sempit ini adalah penjara
:telah kekal engkau di dalamnya.

2003

berteriaklah

berteriaklah. tuhan tak mendengar
doa yang kita ucap dengan suara
suara lirih. berteriaklah.
tuhan tak mendengar
doa yang kita sebut dengan bisik
bisik. berteriaklah. tuhan tak mendengar
doa yang kita sembunyi dalam hati.
berteriaklah. berteriaklah.

berteriaklah.
doa harus dikirim dengan pengeras suara.
berteriaklah. jangan takut. jangan malu.

2002

One thought on “dua sajak lama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s