seorang perempuan

ada seorang perempuan menyimpan dirinya sepanjang waktu
di dalam kamar,
tetapi benda-benda tak mengenal namanya.

pohon mangga

aku mendengar pagi datang dan mengendap-endap
di atap dan kaki-kaki mimpi yang hendak melayap
ke luar dari sepasang mata gelapnya yang lelap—
tak ingin membangunkannya sebelum sarapan siap,

konvoi angin melintas di jalan selalu tanpa suara,
hujan terpaksa menunda perjalanannya di udara,
air sungai mengalir tapi tak mengeruhkan muara,
dan sungguh siapa pun tak ada yang mau berbicara

aku hanya sebatang pohon mangga berusia tua
kebetulan hidup bertetangga dengan jendelanya,
aku tak pernah tahu cara mengatakan padanya:

bahwa semua benda menginginkan air mata
mati dan dikuburkan jauh dari tulang pipinya
mungkin di langit yang lapang berwarna nila.


selimut

aku tak hendak memuja-muji tubuhnya, meski akuakui
memang wangi rangkaian kembang. aku jadi tersangka
menyembunyikan keindahan itu dari udara dan matahari
namun sesungguhnya akulah yang membalut luka-luka

tubuhnya lebih rapuh dari batang-batang kecil bunga lili,
dadanya hulu bunyi-bunyi segala macam rumit teka-teki,
dan telaga di sepasang matanya sejak lama telah dicemari
sementara benda-benda di luar kamar tentu tak memahami

tak ada yang lebih mudah dari membiakkan kelemahan mata
dan telinga, sebab dari mulut segala lapar berasal dan bermula
di keluasan udara di luar kamar: benda-benda menyebar kata

namun aku yang menanggung takdir memperpanjang waktu
bermimpi, telah mendengar seluruh jenis doa perempuan itu:
tentang hidup bahagia yang pernah dijanjikan buku-buku.

mimpi

aku pernah bertamu ke suluruh tubuh menjadi kawan
atau lawan bagi orang yang membudak pada ketakutan
dalam tidurnya, perempuan itu menyimpan hal berlainan
di ruang tamunya setiap malam ada riuh pesta: kenangan.

aku datang bertandang mengetuk pintu tidurnya sebagai tamu,
yang memegang selembar undangan palsu, benar-benar palsu,
di sela bising lagu, ia duduk, di pangkuannya ada sebuah buku
tak ada satu pun aksara yang aku kenali di dalam buku biru itu.

siapakah perempuan itu yang jadi bahan bicara setiap benda,
yang ada pesta riuh di dalam tidurnya, yang terus melahapnya,
yang tak pernah mau mendengar aku berkisah tentang rencana?

aku jatuh cinta dan bersedih karena matanya bagai ruang hampa
tapi tak ada yang bisa mengubah posisi dan arah menghadapnya
sungguh-sungguh sebuah waktu di masa lalu jadi segala baginya.

pohon mangga

pagi tumpah dari mata jendela yang berkaca-kaca
bagai rumput-rumput taman basah di mula malam
selimut pecah, tubuhnya tumbuh membawa bunga
di samar kaca jelas kulitnya melebihi putih pualam

perempuan itu menenggelamkan keindahan pagi
dan seluruh benda-benda yang datang bersamanya
ranting-ranting tuaku merindukan otot-ototnya lagi
daun-daun kering menangis hilang masa mudanya

tetapi perempuan itu seperti matahari musim hujan,
telah dibangunnya dunia berbeda di atas keperihan
tujuan hidupnya hilang di sepanjang gelap kenangan

tempat tidur, kain sutra atau berita gembira di surat kabar
semua ia tumpukkan seperti pakaian kotor di sudut kamar
tumpukan tempat ia sembunyi dan berharap menjelma ular.

Makassar, Maret 2007

Iklan

2 thoughts on “seorang perempuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s