surat cinta buat sebuah kota

dari lembar-lembar gambar
yang engkau sebut kabar
aku menemukanmu kurus
tak terurus

di tubuhmu telah berdatangan para kota
mereka mengisapmu bagai hantu
di dongeng-dongeng

padahal aku rindu perihal hujan rintik
dan kita berlari-lari mencari terik

maukah engkau berhenti mengirim dusta?

aku paham sungguh-sungguh
bebau aspal dan beton-beton
tak akan menyerupai
aroma tubuhmu dulu
wangi tanah basah itu

laut tumpah ke jalan raya,
pekarangan dan benteng tua
kecuali rumah-rumah orang kaya
tak ada lagi ruang segubuk
dan kita saling berdekap-peluk
sembunyi dari dingin cuaca buruk

tak ada lagi tawa riuh
dan kita saling melilit utuh
menghangatkan berahi tubuh

masih engkau ingatkah bahwa pulang
menyembuhkan penantian yang menjulang?

semua sudah tahu, cinta kita:
losari, perahu nelayan dan matahari sore hari
kini tinggal lukisan palsu di kartu pos
dikirim orang tak dikenal dari kejauhan

lalu orang-orang berangkat
mengangkat duka-luka di punggung
dan kenangan kita yang jadi dermaga renta
tak pernah mampu mencegahnya

lalu orang-orang berbicara
dengan musim sedih di mata
dan harapan kita beku jadi patung taman kota
tak pernah pula sanggup menghiburnya

dan darimana anak-anak belajar
mengekalkan suci kenangan
dengan menulisnya jadi nama jalan?

jika kabar ini tiba di alamatmu
buatlah waktu untuk datang sejenak
berziarah di segala makam di halaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s