komentar pembaca pertama

Photobucket - Video and Image Hosting

Aan yang baik,

Membaca novelmu membuatku hanyut di dalam kisah-kisahnya. Pada kisah masa kecil seorang Ian, saya seperti membaca kisah-kisah dongeng masa kecil saya tentang seorang anak yang saya bayangkan begitu jauh di sebuah desa yang indah: sungai, hutan, jalan setapak serta bukitnya. Bersendiri dengan hujan. Saya bayangkan, saya kecil bersurat-suratan dengannya, bertukar cerita dan pada saat liburan, akan saya kunjungi dia dan kita berdua duduk di tepian sungai, bermain sambil tertawa, bercerita, atau hanya rebah di lapangan rumput yang luas. Memandang bintang-bintang dalam diam. Menerbangkan angan entah kemana. Lalu ketika saya kecil akan pulang, akan saya peluk ia erat sekali, dan akan saya jadikan ia sahabat sejati bagi hati.

Saya bisa merasakan “cinta” ketika kau menuliskan cinta , dan luka yang kau tuliskan, telah menyapa dadaku dan bertamu cukup lama di sana. Bahkan setelah selesai membaca novelmu, rasa itu masih berterbangan di ruang dada.

Ian yang diusia ke-43. Hanya ingin duduk berdampingan dengannya tanpa berkata-kata. Membiarkannya bersendiri dengan entah apa yang ia ingini. Dan saya hanya ingin ada di sisinya.

perempuan, rumah kenangan: mengalir, menghanyutkan.Ditulis dengan pilihan kata-kata yang sangat pas dalam mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan oleh penulis. Seolah ada lorong yang menghubungkan antara dada tokoh utama dan saya sebagai pembaca, sehingga yang ia rasakan seperti mengalir juga ke dada saya.

Inez Dikara
http://www.inez.dikara.web.id/

One thought on “komentar pembaca pertama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s