CATATAN HARIAN,
MINGGU KEDUA, OKTOBER 2006

Minggu, 8/10/06
bunga-bunga kuning
ranting dan daun kering
berserak di setapak
bagai kenangan
siap dilupakan

Senin, 9/10/06
sejak itu pagi saat kau pergi
pintu dikutuk hilang ketuk
lalu apa lagi yang kunanti
kecuali derit; jerit sakit

Selasa, 10/10/06
dada jalan itu dulu penuh luka
tetapi lupa tak bisa mengalahkan rindu
sebab rumah yang berjajar
dari ujung kampung ke ujung kampung
pintu dan jendelanya adalah senyuman
kini rantauku adalah dosa tanpa ampun

Rabu, 11/10/06
bagai panjat pohon pinang
orang berlomba ke puncak menara
membawa seluruh rupa penyakit
dan pertanyaan;
Baudolino, mana lebih mula sejarah
atau dusta?

Kamis, 12/10/06
bilur di lengan
kekal menyandera nama sebuah kampung;
musim panen dan seorang gadis
menyembunyikan pipi merahnya
di balik tebal pupur basah

Jumat, 13/10/06
di setiap bab terakhir
aku dikhianati Sang Pengarang
ia tak pernah menepai janji
membayar uangku
dengan selain kesedihan

Sabtu, 14/10/06
setumpuk kertas kosong
dan batang-batang pensil
main tebak-tebakan di atas meja
tentang penyesalan apalagi
yang akan aku tuliskan

Balikpapan, 2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s