pada sebuah buku puisi

aku bertemu ibu di halaman belakang
ia sedang bernyanyi-nyanyi kecil
atau menangis sambil mencabut rumput
nakal yang memanjat pagar

di halaman depan, aku melihat ayah
sedang menikmati kopi dan
koran pagi yang basi, asbaknya
penuh kecemasan

aku juga bertemu si penyair
di selembar kata pengantar
tetapi ia tak mau menjelaskan
mengapa ibu dan ayahku dipisahkan
berlembar-lembar halaman

Makassar, 16 Agustus 2006

One thought on “pada sebuah buku puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s