mari, bukalah rahasia

di halaman, kau meletakkan jalan-jalan bercabang
seperti siur-simpang kota yang baru kukenali sehari
sampai menggapai pintu aku harus sesat berkali-kali

memasuki rumahmu, aku terjerat ribuan perangkap
yang terpasang di setiap ruang, tempat-tempat
kau seringkali menyimpan tubuhmu dari tangkap
sepasang mataku yang mencari-cari letak rahasia

di tubuhmu, siapa pula menanam begitu banyak
rambu dan lampu lalu lintas? sementara waktu
tak mau menunggu, seperti penumpang takut
ketinggalan bus yang jadwalnya rapi dan ketat

batang usiaku sudah tua, dan kau, bunga usiamu
bukankah sungguh rentan dilahap waktu? mari,
bukalah rahasia, kita tutup semua jendela dan pintu
agar suara kendaraan tak begitu keras menggoda
kita jadi liar dan melarikan diri dari surga sekali lagi

Makassar, 16 Agustus 2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s