juga suka telur dadar

Mas Aan, aku suka puisi yg judulnya Telur Dadar 🙂 karenaaaaa aku belum pernah menemukan jalan menuju alam berpikir saat Mas Aan melihat telur dadar itu. Paling kalau melihat telur dadar aku menuliskannya dengan kata lain. Keren loh mas, unik. Apalagi saat diketik:

tetapi telur dadar itu sudah terbagi-bagi
dipotong oleh antena-antena tivi tetangga
oleh kabel-kabel listrik dan telepon

Menurutku kalimat ini jujur. Saat mata melihat kenyataan yg ada di depannya. Sederhana tapi jadinya keren!

Dan yg ini:

diam-diam menjilat piring langit
sebelum dibersihkan hujan atau embun

Kaya metafor. Aku suka gaya ini hihihi

Salam,
Mila

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s