SAJAK MATA SEORANG GADIS BUAT KAKEKNYA

:Kepada Hendragunawan S Thayf

pada sebuah pagi yang bening
di air kolam bergenang tenang
seorang perempuan renta menemukan
sepasang matanya berenang-renang
dengan warna sangat menyedihkan
dan ia gemetaran mengenangmu, Kek.

dulu, bertahun-tahun sebelumnya,
mata itulah asal segala puja-pujimu
tak ubahnya sebuah warung serba ada
mampu menyediakan semua maumu

tapi pagi itu ia melihat liang matanya
di air kolam sebagai ruang gudang tua
menyimpan banyak barang-barang lama,
karatan, usang, asing, dan tak lagi berguna

di depan cermin kaca, sebelum istirahat,
si perempuan tua ingin menghapus habis
seluruh kenangan rongsokan itu
agar tak tumbuh jadi mimpi buruk
di sisa tidur malamnya yang gelisah

dan ia gemetaran sekali lagi
saat tiba-tiba menyadari
engkau telah lama pergi
membawa serta anak kunci
ke kedalaman makammu

Kek, ketahuilah, sejak hari itu
ia tak bisa berhenti menangis
sampai berhasil memejamkan
sepasang kelopak matanya

namun aku sungguh terganggu
pada sebaris senyum di bibirnya
yang ia bawa berbaribg di peti mati
senyum itu mengingatkan aku pada lelaki
yang dulu pernah memuja-muji mataku,
mata yang selalu engkau sebut-sebut
jauh lebih indah dari mata gadismu

Kakek, aku ingin menangis hari ini
sebab aku tahu mataku suatu waktu
akan lebih menyedihkan dari tangisku
agar aku bisa pahami sedikit demi sedikit
sesakit apa rasanya hidup sendiri di usia tua

Makassar, 12 Juli 2006

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s