Daftar Buku Terbaik 2005

FIKSI

The Sea karya John Banville (Knopf)
Direkomendasikan oleh The New Yorker, The Guardian, The Christian Science Monitor, dan situs resensi buku terkemuka Complete Review, novel pemenang Man Booker Prize ini bercerita tentang perkabungan seorang duda yang ditinggal mati istrinya. Buku ini kian mengukuhkan Banville sebagai penulis bergaya stylish, yang menulis dengan pilihan kata yang indah dan menggugah.

Saturday karya Ian McEwan (Jonathan Cape)
McEwan sungguh sedang sial karena tidak memenangi Booker lewat novel ini. Direkomendasikan oleh The New York Times, The Guardian, toko buku online Amazon, dan sejumlah kritikus sastra, novel ini berkisah tentang seorang ahli bedah London, Henry Perowne, yang mengalami tabrakan di suatu Sabtu. Menurut para pemberi rekomendasi, kekuatan McEwan ada pada kemampuannya menyuguhkan kesempurnaan hanya dengan satu setting, Sabtu pagi itu.

Shalimar The Clown karya Salman Rushdie (Random House)
Lagi-lagi pentolan Booker masuk daftar pilihan. Novel Rushdie ini direkomendasikan oleh hampir semua media besar Amerika dan Eropa, kritikus sastra, dan segera masuk daftar tunggu pemesanan jaringan toko buku internasional. Novel ini berkelit-berkelindan mengisahkan jaringan terorisme dunia dengan latar belakang kisah cinta dan balas dendam laki-laki Kashmir.

On Beauty karya Zadie Smith (Penguin)
Novel ini berisi surat-surat cinta sang penulis–perempuan Afro-Amerika–kepada suaminya, penulis Inggris, E.M. Forster. Sebagian besar memuat perenungan tentang ras, nasionalisme, dan harapan-harapan perkawinan. Novel ini juga masuk dalam daftar nominasi Booker tahun ini.

The Lincoln Lawyer karya Michael Connelly (Little Brown)
Novel ini direkomendasikan oleh The Christian Science Monitor, The New York Times, dan menjadi pilihan pencinta novel bertema hukum. Berkisah tentang Mickey Haller, pengacara lihai yang memimpin firma hukum Lincoln. Novel ini disebut mampu menyaingi kepiawaian John Grisham dalam menyuguhkan ketegangan di ruang sidang.

Ireland karya Frank Delaney (HarperCollins)
Novel karya mantan wartawan BBC ini dipuji karena menghimpun sangat banyak cerita rakyat tanah leluhurnya sebagai setting kisah pencarian seorang remaja terhadap juru hikayat di masa kecilnya.

Tilting at Windmills karya Julian Branston (Shaye Areheart Books)
Novel renyah ini disebut-sebut menjadi reinkarnasi karya monumental Cervantes, Don Quixote.

Arthur & George karya Julian Barnes (Jonathan Cape)
Novel nominee Booker ini salah satu bagiannya melibatkan Arthur Conan Doyle.

Kafka on The Shore karya Haruki Murakami (Vintage)
Kemampuan Murakami memotret nilai-nilai universal kembali tampak pada novel terbarunya ini. Novel ini mengisahkan pencarian sang ayah dan jati diri oleh seorang bocah.

Snow karya Orhan Pamuk (Faber & Faber)
Novel nominee Nobel karya penulis kontroversial asal Turki ini memotret konflik kaum sekuler dan Islam dengan sangat menyentuh.

NONFIKSI

The Year of Magical Thinking karya Joan Didion (Fourth Estate)
Tidak ada penulis mana pun di dunia yang namanya kerap disebut-sebut saat ini, selain Didion. Memoar menyayat hati yang dibaca oleh para ibu rumah tangga hingga negarawan ini berkisah tentang catatan harian Didion saat ditinggal mati karena serangan jantung mendadak oleh sang suami, tepat di saat putri sulung mereka terbaring koma di rumah sakit.

The River of Doubt: Theodore Roosevelt’s Darkest Journey karya Candice Millard (Doubleday)
Buku ini merekam catatan perjalanan Roosevelt di sebuah sungai di pedalaman Brasil, tidak lama setelah ia kalah secara memalukan dalam pemilu presiden 1912.

Mao: The Unknown Story karya Jung Chang dan Jon Halliday (Free Press)
Buku, yang menurut para kritikus menantang, ini memuat bagian-bagian yang tidak terceritakan dalam banyak buku tentang Mao, termasuk kisah kekejaman Mao yang konon melebihi dugaan para musuhnya.

Room Full of Mirror karya Charles R. Cross (Hyperion)
Kisah masa kecil kelabu dewa gitar Jimi Hendrix.

The Beatles: The Biography karya Bob Spitz (Little, Brown, and Company)
Biografi ini mengisahkan anggota The Beatles di balik layar, sesuatu yang belum pernah diungkap selama ini.

Like A Rolling Stone: Bob Dylan at The Crossroads karya Greil Marcus (PublicAffairs)
Kronik yang dicatat oleh penulis lagu dan sejarawan Greil Marcus ini berkisah tentang lagu karya Bob Dylan, Like A Rolling Stone.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s