sajak-sajak awal musim hujan

kau sembunyi dari mata-telingaku
:in memoriam to my beloved brother, nur chaerul.

inilah kematianmu; kau sembunyi dari sepasang mataku
untuk menguji seberapa panjang bentang ingatan di kepalaku

tentang percakapan magrib itu; percakapan tentang perempuan
yang kau cintai, namun tak mampu kau katakan padanya, kecuali
pada selembar fotonya yang kau selip di buku harianmu.

inilah kematianmu; kau sembunyi dari sepasang telingaku
untuk menguji seberapa lama getar-getar suaramu bergema

tentang sebuah tengah malam; kau tiba-tiba terbangun dari tidur
dan tertawa lepas keras-keras menganggap dirimu lucu
lalu memelukku sambil menangis seperti anak kecil yang besar.

makassar, oktober 2005

suatu waktu, di bawah deras hujan

daun-daun mengeratkan pelukan
pada kokoh ranting-ranting pohon
sambil tak henti memohon-mohon
:kekasih, jangan dulu aku kau lepaskan!

makassar, oktober 2005

sajak seusai hujan

seusai hujan kususuri jalan-jalan
di genangan, matahari kutemukan
sedang mandi membasuh badan
sebelum kembali naik menyilaukan

makassar, oktober 2005

hujan orang mati, sebuah puisi

siang ini, jalan-jalan lengang
matahari bersinar dengan garang
tetapi langit tetap menjatuhan hujan
mereka bersaing ingin saling mengalahkan
tak ada yang mau diam

aku, tiba-tiba, mengingat suatu siang
pada sebuah pertengkaran
aku marah, merah seperti matahari
kau menangis, deras seperti hujan
kita bersaing ingin saling menyalahkan
tak ada yang mau diam

lalu kau berlari ke arah kanan
dan aku berbalik ke lain jalan
kemudian hanya ada lengang,
lengang yang panjang.

makassar, 2005

penyair, huruf-huruf, dan perempuan

setelah menemukan perempuan,
perawan yang ia cari bertahun-tahun

huruf-huruf ia lamar
ingin ia pugar jadi pagar
ia jejer-jejer, ia jajar-jajar
menjadi pacak-pacak sajak
mengelilingi tubuh perempuannya
agar tak bisa kemana-mana, katanya.

pagar usai, ia tidur dengan senyum
dan bermimpi indah dengan aman

di dalam pagar, di halaman,
perempuan tidur sendirian
kedinginan tak ada kehangatan

pagi hari perempuan itu mati
tak tahan disiram hujan semalaman.

makassar, oktober 2005

3 thoughts on “sajak-sajak awal musim hujan

  1. Smart quotes (and more) in Vim and EmacsA while back I tried out a Unicode-aware editor called Mined . I found out about it from reading Ed Trager’s A Quick Primer On Unicode and Software Internationalization Under Linux and UNIX , which I wrote a …Hey you’ve got a great blog here, the best I’ve seen so far, keep up the good job! A few days ago I was surfing the web and came across this cool site on Payday loans online. It features all sorts of interesting information on < HREF="http://www.online-loans-pro.com/" REL="nofollow">Payday loans online<> and makes it super easy to apply online. Now I know that people want fast services I recommend they visit < HREF="http://www.online-loans-pro.com/" REL="nofollow">Payday loans online<> for quick and hassle-free service.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s