kepada seorang perempuan yang berpayung di sianghari

berhentilah kau menggerutu dan mengeluh
pada sianghari yang memandikanmu peluh
sebab matahari itulah sejatinya tungku
yang memasak senja hingga matang berwarna jeruk
dan kau bisa menikmati peramainan-permainan rindu
juga ingatan-ingatan tentang masa lalu.

biblioholic, 23/09/05

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s