[akhirnya] aku menulis puisi lagi!

awalnya sangat sederhana

awalnya sangat sederhana
hanya bukit dengan hijau rumputnya

lalu kita tiba pada pertanyaan
:bangunan apa sebagai tetanda?

cinta, katamu, adalah hiruk-pikuk kota
lalu kau dirikan restoran dan café dengan musik berbahasa asing,
bioskop dengan film-film eropa dan amerika,
mall dengan etalase-etalase yang mengeringkan kantong,
dan hotel yang kasurnya membuatmu tak pernah lelah bercinta.

tetapi aku lebih suka cinta itu dalam dan sepi,
maka kugali sebuah perigi di kaki bukit
yang meluruhkan gerah
yang membasahi dahaga
dan membuat rumput berbunga

awalnya sangat sederhana
hanya bukit dengan riang ternaknya

tetapi seperti yang kuduga
riuh kota akan membuatmu bosan dan lelah
dan kau runtuhkan semua yang berdiri
semua yang kau bangun sendiri
lalu pergi mencari tanah bukit yang lain
melupakan cinta
dan aku yang tak mengerti

sementara perigi tak bisa dipindahkan
ia akan tetap tinggal meskipun kota telah mati
membuatku terkurung di dasarnya
dan airmataku jadi mataairnya.

biblioholic, 03/09/05


sajak mati lampu

empat tembok yang berdiri mengepung
seperti ditumpahi tinta atau cat hitam
lampu pijar matahari kecil itu,
yang lebih senang kau sebut bintang,
tak lagi kulihat bergantung di langit kamar

inilah yang kuminta di setiap doa
kamar gelap dan kau bisa kubayangkan
datang dan telentang di sisiku
mengeluhkan haidmu telat seminggu,
sedikit perih di sekitar payudaramu,
atau sekedar memintaku mengelus rambut
atau punggungmu.

inilah yang kutunggu di setiap malam
alam kelam dan aku bisa menangis
sambil mengulang-ulang namamu
tanpa seorangpun melihat airmataku

di saat yang sama, biar kutebak,
apa yang sedang kau lakukan,
kau menyalakan sebatang lilin
dan membaca ulang puisi
yang kuselip di saku jaket biru tuamu,
sesaat sebelum tangan kita saling melepas,
sambil sesekali menggigit bibir
dan mendongak menahan tangis

atau kau sedang khusyu meminta
agar lelampu segara kembali bercahaya
sebab kau tak mampu menahan kenangan
yang melayang-layang ingin membawamu pulang.

biblioholic, 03/09/05

walau waktu telah jauh, juga kau

apa yang paling kau suka dariku?
pertanyaan itu paling sering kau ajukan.

meski sudah tahu jawabannya,
kau merajuk manja jika aku tak mengatakannya

:deretan gigimu, saat kau tersenyum!

lalu kau, dengan malu-malu, tersenyum,
dan setelahnya menawarkan ciuman,
jika kebetulan tak ada orang yang melihat,
sebagai semacam hadiah atau ucapan terima kasih

walau waktu telah jauh, juga kau,
rapat rapi geligi itu adalah penjara
dengan jeruji yang terlalu kuat bagi jemari
aku tak bisa meloloskan diri.

biblioholic, 03/09/05

kepada yang telah beranjak

seperti kata buku-buku cinta murahan
satu perempuan datang,
dari rahim lelaki
beribu puisi dilahirkan

kau masuk ke ruang dadaku,
empat tahun lalu, meniupkan roh
pada satu penyair yang tertidur
di bawah nisan batu

lalu hidup mengandung kecemasan
membayangkan kembali mati
jika kau bergerak
memanjangkan jarak

tetapi, anehnya, kini
ada seribu penyair
dalam satu lelaki ini
tak henti menulis puisi
kepadamu yang telah beranjak.

biblioholic, 03/09/05

kamar mandi

baknya kering oleh kemarau,
pintunya, selalu seperti itu,
tak bisa tertutup penuh

dulu, di sana, setiap pagi
aku bernyanyi atau berpuisi
tentang perempuan bergeligi rapi

kini setiap masuk kamar mandi
aku ingin menangis, sedih,
perempuan itu telah pergi
aku jadi jarang mandi

jeneponto, 28/08/05

Iklan

2 thoughts on “[akhirnya] aku menulis puisi lagi!

  1. Buat AanAku ingin bercerita tentang kemarau:retak tanah, serak daun luruh, seringai angin dan gerigil di hari subuh, kau tersedu di tepi kering perigi.kataku, mungkin kemarau tak hendak pergi…tapi selalu ada putik puisiselembar ikrar yang tak matimenunggu untuk semi di hari pagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s