kisah romantis dari Paulo Coelho

Image hosted by Photobucket.com
[sorry, ini sampul versi bahasa Inggrisnya, versi Indonesia punya 2 jenis sampul, cetakan 1 dan 2 beda!]

Banyak orang terpesona pada karya Paulo Coelho, The Alchemist, tapi bagi saya, buku Coelho yg paling indah dan paling puitis adalah yg satu ini. Berkisah tentang cinta, pengorbanan, dan pergulatan batin dalam memilih jalan hidup yg paling diyakini. Intinya mirip dengan cerita The Gift of the Magi karya O’Henry. Dalam The Gift dikisahkan tentang sepasang suami-istri yg miskin. Pada Natal pertama mereka, keduanya ingin saling memberi hadiah. Sang istri memiliki rambut panjang yang indah. Sang suami memiliki jam saku yg bagus. Pada hari Natal, si istri memberikan hadiah rantai emas pada suaminya, utk dipasang di arlojinya, sementara sang suami memberikan sisir indah untuk istrinya. Sayangnya, sang istri telah memotong dan menjual rambutnya untuk membeli hadiah bagi suaminya. Dan sang suami telah menjual jam sakunya demi membeli hadiah bagi istrinya.

Dalam By the River Piedra dikisahkan tentang Pilar dan laki-laki yg dicintainya sejak remaja. Tak ada nama utk pria ini, hanya disebut “dia”. Pilar gadis biasa yg mendambakan kehidupan biasa yg aman dan tenang: bekerja, berumah tangga, punya anak-anak, dan berbahagia selamanya. Sementara itu, “dia” adalah calon pastor yg selalu mencari-cari jawaban tentang misteri kehidupan, dan sejak lama telah merasakan panggilan utk melayani Kristus melalui hidup membiara. Ia pun menjalani pilihan ini, dan mendapat karunia menyembuhkan orang sakit. Lambat laun ia pun terkenal. Namun ada batu sandungan baginya di jalan itu. Pandangannya yg revolusioner tentang “The feminine face of God”, yg belum bisa diterima oleh Gereja dan membuat banyak orang di biara menentangnya. Bahkan ada kemungkinan ia dikucilkan kalau ia mempertahankan pandangan ini. Namun ia siap menghadapi apa pun.

Sampai suatu ketika, “dia” bertemu lagi dng Pilar, setelah beberapa tahun mereka berpisah. Pilar terkejut melihat pria idamannya akan menjadi pastor. Semula egonya membuat ia bertekad utk mengalihkan pria ini dari jalan yg telah dipilihnya. Ia menginginkan pria ini utk dirinya, menjadi suaminya, meninggalkan segala sesuatu yg berhubungan dng Gereja.

Sang pria juga seperti disentakkan akan cinta lamanya. Selama ini cintanya pada Pilar telah ia alihkan menjadi cinta melalui pelayanan kepada orang banyak. Kini muncul keraguan. Keraguan ini membuat Pastor pembimbingnya menyuruh “dia” pergi mencari jawaban dan membuat pilihan. Sebab banyak cara utk melayani Kristus, tidak hanya dng menjadi pastor. “Dia” bisa menggunakan karunia menyembuhkan orang sakit itu di luar biara.

Maka mereka pun saling menjajaki lebih lanjut. Kebersamaan mereka membawa perubahan besar pada diri masing-masing. Setelah mengenal pria ini lebih mendalam, Pilar memutuskan utk melepaskan impian ttg kehidupan biasa dan aman yg didambakannya, demi mendampingi pria ini menjalani misi penyembuhannya. Ia rela berkorban, hidup tanpa kepastian, asal bisa ikut sang pria. Ia membayangkan mereka menjadi pasangan revolusioner dan melalui sang pria, Keajaiban Tuhan diperlihatkan. Tekadnya sudah bulat. Semua ini demi cintanya pada sang pria.

Namun saat ia hendak menyampaikan niatnya ini, ternyata sang pria juga punya sesuatu utk disampaikan. Ia juga sudah menemukan “jawaban” dan pilihannya, setelah melalui pergulatan batin yg panjang dan dialog dng the Virgin Mary yg begitu dipercayainya. Ia akan menjalani kehidupan biasa seperti yg didambakan Pilar—bekerja, berumah tangga. Seperti kata Pastor pembimbingnya, banyak cara utk melayani Tuhan, dan menjalani kehidupan biasa tidak kalah mulia dng membiara. Tapi agar bisa sepenuh hati menjalani hal ini, ia meminta the Virgin Mary mengambil kembali karunia penyembuhan yg dimilikinya. Ia tidak lagi membutuhkan keajaiban utk mempertahankan imannya. Ia membutuhkan Pilar.

[oh, iya, review ini aku ambil dari http://www.perca.blogdrive.com, thanks perca!]

One thought on “kisah romantis dari Paulo Coelho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s