William Shakespeare dan Hari Buku

Image hosted by Photobucket.com

Michael H. Hart memasukkan seorang sastrawan dalam bukunya yang terkenal, 100 Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah. Sastrawan itu menduduki posisi tinggi dalam buku itu, berada di atas nama-nama terkenal seperti Adam Smith, Plato, Ratu Elizabeth, dan Umar bin Khattab. Sastrawan itu adalah William Shakespeare, nama yang tentu saja tidak asing bagi kita.

Nama William Shakespeare barangkali kita kenal lewat sepotong kalimatnya, what’s in a name? Atau barangkali lewat drama-drama besarnya seperti; Romeo and Juliet, Hamlet, King Lear, Macbeth, Julius Caesar, Anthony and Cleopatra atau Othello.

William Shakespeare lahir di sebuah kota kecil Stratford-upon-Avon, Inggris, 441 tahun silam, April 1564. Tak ada sumber pasti yang menyebutkan tanggal lahirnya, selain rujukan bahwa ia dibaptis di Holy Trinity Church pada 26 April 1564. Dan umum diketahui bahwa pembaptisan dilakukan setelah tiga atau empat hari bayi dilahirkan. Sehingga kemungkinan besar Shakspeare lahir 23 April 1564.

Tak banyak yang tahu bahwa tanggal kelahiran Shakespeare-lah yang kemudian oleh UNESCO ditetapkan menjadi World Books Day. Sama tidak tahunya kita bahwa tanggal 23 saban April adalah peringatan Hari Buku Sedunia. Peringatan hari penting ini memang tidak populer di Indonesia, tidak sepopuler Hari Kelahiran Kartini yang diperingati 2 hari sebelumnya.

Tak kurang 48 karya drama besar yang lahir dari tangan William Shakespeare, belum termasuk puluhan soneta dan banyak puisi-puisi pendeknya. Luar biasanya lagi, hampir semua karya yang ia tulis mendapat penghargaan dari para kritikus sastra dunia. William Shakespeare meninggal di usia 52 tahun, tepatnya 13 April 1616.

Tak berlebihan kalau Hart memasukkan nama Shakespeare dalam bukunya itu. Hart menulis, “Tak ragu lagi, Shakespeare mengungguli semua tokoh-tokoh sastra. Karena karyanya itu sudah mantap teruji zaman, maka adalah pantas menganggap bahwa karya Shakespeare akan terus tenar dan bersinar berabad-abad mendatang.”

Penghargaan dan penghormatan kepada orang yang mendedikasikan hidupnya untuk menulis dan membuat buku adalah sesuatu yang wajar dan harus. Apalagi tulisan yang dianggap sebagai karya-karya sastra terbesar dunia seperti karya Shakespeare. Kita bisa membayangkan, usianya yang hanya 52 tahun ia bisa menghasilkan lebih 48 buku. Luar biasa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s