[prosa] Celana Besi

Image hosted by Photobucket.com

HIDUP ADALAH SEMBUNYI. Jika kau miskin, kau harus tahu bagaimana menyembunyikan papa. Jika kau kaya, kau harus tahu bagaimana menyembunyikan harta. Jelek atau cantik, kau harus tahu bagaimana menyembunyikan rupa. Belajarlah seni menyembunyikan!

Ia masih ingat, kalimat-kalimat itu selalu diulang-ulang ayahnya di meja makan, setiap malam. Barangkali itulah sebabnya ia bernama Rahasia. Ada lebih banyak kata-kata dalam diam. Diam dan diamlah di depan suamimu! Sehari sebelum ia dibawa suaminya ke kota ini, ayahnya sekali lagi mengulang kalimat itu padanya, seperti mantera-mantera. Rahasia ingat betul semua kata-kata ayah dan ia tak mau durhaka dengan melanggarnya.

Suaminya seorang cerdas—tetapi kolot, wartawan sebuah majalah wanita. Suaminya, namanya Tiran, memberlakukan sesuatu yang sangat aneh dan kolot di rumahnya. Rahasia harus memakai celana besi setiap hari. Ia tidak pernah betul-betul mengerti kenapa harus mengenakan celana besi. Barangkali karena Tiran takut ia main serong dengan lelaki lain. Tetapi ini dunia modern bukan zaman batu, pikirnya—hanya dalam pikiran, sebab ia harus diam. Kenapa celana harus terbuat dari besi? Barangkali karena majalah tempat Tiran bekerja terlalu sering memuat berita perselingkuhan.

Setiap pagi, sebelum berangkat ke kantor, Tiran selalu bertanya: Apakah kau sudah buang air? Pertanyaan itu sudah dihapalnya luar kepala. Kalau Rahasia menjawab ‘ya’ Tiran akan menyuruhnya memasang celana besi itu lalu menguncinya. Kunci celana besi itu dibawa Tiran ke kantor dan tak ada kunci cadangan. Celana besi—tentu saja celana dalam—yang ia kenakan setiap hari—pagi sampai sore—di kunci dengan gembok paling kuat. Gembok nomor satu, yang paling jempolan. Gembok itu dibeli dengan harga sangat mahal. Kalau Rahasia menjawab ‘tidak’ Tiran akan menyuruhnya ke wc dan menunggu sampai Rahasia selesai. Itulah ritual pagi di keluarganya. Ritual yang sangat aneh.
Setiap hari Rahasia setia melakoni hal itu. Dan tak ada kata ‘menolak’ dalam bukunya. Rahasia diam dan melakukannya, ia selalu ingat pesan ayah—ada lebih banyak kata-kata dalam diam. Untuk menghindari buang air besar di saat Tiran berada di kantor, Rahasia tak boleh makan banyak serat sebab ia hanya boleh buang air besar setiap pagi dan malam. Ia juga tak boleh minum banyak air agar tidak buang air kecil di siang hari. Saat Tiran di kantor, ia sama sekali tak bisa ke wc untuk urusan membuang air kecil apalagi buang air besar. Ia harus menunggu Tiran pulang.
Sudah bertahun-tahun Rahasia menjalani hal aneh itu. Tetapi ia tak pernah boleh membantah, Rahasia adalah istri yang memilih berkata-kata dalam diam. Setiap pulang kerja, Tiran akan membuka gembok itu dan membiarkan ‘barang’ istrinya menghirup udara segar. Itulah kesempatan bagi Rahasia untuk ke wc dan membuang ‘air-air’ yang ditahannya seharian. Rahasia memang tak pernah bisa mengerti kenapa Tiran jadi begitu tidak percaya padanya. Ia tak pernah mau bertanya kepada Tiran tentang hal itu. Ia pernah berniat mengirim surat pada ayah dan mertuanya, untuk mengadukan Tiran, tetapi setiap keinginan itu ada ia selalu ingat kalimat-kalimat ayah. Diamlah!

Rahasia sebenarnya kesal diperlakukan seperti itu, tetapi ia hanyalah seorang istri. Ia harus menyembunyikan perasaan itu. Setelah sekian lama hidup berdua, ia sudah tahu bagaimana menyembunyikan kesal: tersenyum. Setiap malam, di meja makan ia tersenyum menemani Tiran makan. Ia tersenyum menjawab ajakan Tiran bercinta. Ia tersenyum mencuci dan menyetrika baju dan celana Tiran. Ia tersenyum dan tersenyum—dan tentunya diam.

Bagi para tetangga, keluarga mereka adalah keluarga yang sangat bahagia. Tak pernah terdengar suara orang bertengkar dari rumahnya. Tak pernah ada suara-suara piring atau kaca pecah karena perkelahian suami-istri, damai sekali. Kadang ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya datang minta saran pada Rahasia: bagaimana membina rumah tangga agar bisa tetap rukun? Rahasia tersenyum dan tentu saja merahasiakan celana besi di balik roknya. Ia hanya mengulang kata-kata ayahnya: Ada lebih banyak kata-kata dalam diam. Sekiranya di lingkungan tempatnya tinggal pernah atau akan diadakan lomba keluarga damai pasti keluarganyalah yang menang. Ia dan Tiran akan mendapatkan piala.

Tiran yang selalu tiba di rumah sore hari, tak juga pernah bertanya apakah istrinya senang atau tidak diperlakukan seperti itu. Barangkali diam dan senyum Rahasia telah berkata cukup jelas bahwa istrinya tidak keberatan dan senang-senang saja, no problem, tak perlu ada cross-check. Rahasia betul-betul telah menguasai seni hidup, seni menyembunyikan. Ia sungguh tahu arti hidup, bahwa hidup adalah sembunyi. Sebelum tidur, seusai bercinta seperlunya, Tiran selalu memuja istrinya yang baik hati itu. Rahasia tersenyum dan memeluk Tiran. Lalu mereka tidur menyembunyikan segala apa-apa dalam dada masing-masing sampai pagi tiba dan celana besi harus dipasang lalu dikunci kembali.

***

RAHASIA TAHU TIRAN SELINGKUH DENGAN WANITA LAIN, rekannya sesama wartawan. Tetapi ia menyembunyikan cemburu dengan senyum dan diam. Belajarlah menyembunyikan sesuatu! Setiap Rahasia ingin bertanya atau protes pada Tiran, ia selalu ingat kata-kata ayah. Sekiranya ayah adalah guru dan apa yang Rahasia lakukan itu adalah latihan maka ia pantas mendapatkan nilai paling tinggi. Ia adalah murid yang mendapatkan juara satu di kelas. Rahasia tak lagi perlu belajar, ia sudah pintar.

Tak pernah ada satu keluhan berbunyi dari pita suara di lehernya. Tentang celana besi atau tentang perselingkuhan suami. Rahasia diam, sebab ada lebih banyak kata-kata dalam diam. Rahasia membersihkan rumah. Rahasia mencuci dan menyetrika pakaian. Rahasia memasak. Rahasia harus teratur buang air setiap pagi dan malam saja. Rahasia menghidangkan makan malam. Rahasia memijat dan melayani berahi suami. Semuanya ia lakukan dalam senyum. Sementara Tiran selingkuh di kantor dan kunci gembok di saku celananya.

Suatu hari, Rahasia melihat Tiran di mall bersama wanita lain, tangan suaminya melilit serupa ular di pinggang wanita itu. Tetapi seperti biasa, saat suami tiba di rumah dan menyerahkan kunci. Rahasia masuk ke wc. Membuat kopi untuk suami dan mengajaknya duduk di beranda menikmati bunga-bunga dan udara sore, berbincang-bincang. Rahasia sama sekali tidak bertanya tentang siapa perempuan yang Tiran peluk tadi siang. Ia malah bertanya tentang berita apa yang akan diangkat majalahnya bulan ini atau apakah sebentar malam suaminya mau dipijat untuk menghilangkan penat.

Saat berbincang di beranda, Tiran selalu bersemangat bercerita tentang berita-berita terbaru di majalahnya atau tentang salah satu rekannya yang kedapatan main serong. Rahasia tahu Tiran selalu bohong, tetapi ia terlalu pintar menyembunyikan rasa. Rahasia manggut-manggut dan terus mendengar. Tiran terus berbicara sampai pada perihal macet atau peminta-peminta yang menyebalkan di lampu merah. Tiran tidak terlalu lihai menyembunyikan rahasia. Rahasia selalu menemukan kebohongan itu menari-nari di mata Tiran. Tetapi Rahasia hanya diam dan tersenyum.

***

SUATU MALAM DI TEMPAT TIDUR, Tiran bercerita padanya tentang seorang artis cantik yang tertangkap basah selingkuh dengan suami orang, selalu saja tentang selingkuh. Begitulah, Tiran pikir dengan selalu bercerita tentang perselingkuhan orang lain, istrinya akan berpikir ia tidak suka selingkuh, setia. Tiran lalu mengatakan rencana tentang menulis sebuah artikel panjang tentang celana besi. Bahwa celana besi adalah cara paling ampuh untuk menjaga keabadian rumah tangga. Celana besi adalah metode paling baik agar angka perselingkuhan bisa ditekan. Tiran bertanya, “Bagaimana menurutmu?” Rahasia menjawab dengan senyum, “Bagus sekali. Kau bisa mengatakan bahwa keluarga kita telah mempraktekkan metode itu dan berhasil. Hal itu bisa meyakinkan pembaca. Iya, kan?”

Beberapa minggu kemudian, seusai makan malam, Tiran melemparkan sebuah majalah ke pangkuan Rahasia. “Buka halaman 78!” Rahasia menuruti perintah Tiran. Ia membaca sehalaman tulisan dan nama Tiran tertulis di bawah judulnya. Rahasia baca tulisan tentang celana besi. Ia tersenyum dan perasaan-perasaannya bersembunyi dengan aman di dada. Betul, Tiran menulis bahwa celana besi telah berhasil mereka terapkan dalam rumah tangganya seperti yang ia sarankan. Hasilnya, keluarga bahagia, rukun dan damai. Bebas selingkuh. Tiran menyarankan agar orang-orang yang sudah berkeluarga meniru cara yang diterapkan keluarganya. Bahkan Tiran menyarankan agar orang tua yang memiliki anak gadis juga menerapkan hal tersebut untuk menjaga anak agar tidak melakukan seks bebas.

“Tunggu beberapa hari lagi aku pasti akan diwawancarai oleh beberapa stasiun tv karena metode baru itu. Karena aku telah berhasil mengurangi angka perselingkuhan di kota ini, di negara ini. Karena aku telah memperbaiki moral bangsa,” Rahasia tersenyum. ”Atau penerbit-penerbit akan berlomba meminta aku menulis buku tentang itu. Dan buku itu tentu akan laris, aku akan jadi orang terkenal! Ha..ha..ha..” Rahasia masih tersenyum.

Di tempat tidur, Rahasia kembali mengingat kalimat-kalimat ayahnya: Hidup adalah sembunyi. Belajarlah seni menyembunyikan! Sembunyikan rupamu! Sembunyikan hatimu! Ada lebih banyak kata-kata dalam diam. Seusai berahinya rampung, Tiran bertanya tentang bagaimana tulisannya di majalah itu. Rahasia tersenyum dan diam. Diam itu berkata: Alangkah bodohnya suamiku tidak pernah memikirkan satu hal! Sudah lama aku selingkuh dengan tukang duplikat kunci.

Makassar-Jogjakarta, 2004

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s