suatu malam dengan ibu

suatu malam di tempat tidur,

aku dan ibu terlibat bisik-bisik.

“kenapa senyum ibu terus saja seperti bunga yang baru mekar

meski ayah pergi melupakan keluarga?”

aku tak tahu ada apa di wajahnya

saat aku bertanya seperti itu.

“suami adalah penjajah, nak!

katakan padaku adakah yang lebih berharga dari kebebasan?”

aku tak bisa tidur malam itu,

besoknya aku harus kembali ke kota

tetapi kupilih memperpanjang masa libur

seminggu.

(nb: aku tahu ibu tak akan membacanya, tetapi biarlah kusebut: selamat hari ibu, engkaulah perempuan paling ibu di dunia ini!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s