kisah-kisah anyar dari Jogja

kisah kembang sepatu

bertahun-tahun sepi-sendirian,

di halaman, disiksa kekeringan

doa-doa tak putus ia nyanyikan

:semoga besok ada yang siram!

hidup terus ia jalankan

baginya itu hanya ujian

tak ada kesal ia lantunkan

:mengeluh aku tak akan!

dan tuhan maha mendengarkan

semalam langit mengirim hujan

kembang sepatu sungguh riang

setelah bunganya merekah merah

pagi hari, ia sujud mencium tanah

Jogjakarta, 2004

ibu dan celengan

ibuku punya dua celengan;

satu ia isi dengan recehan

kalau besar anaknya mau ia nikahkan

satunya lagi ia isi saban sembahyang

kelak ia tua anaknya tetap sayang

Jogjakarta, 2004

kisah sebuah puisi

hujan jatuh pukul tujuh

dan berhenti di sepuluh,

kenapa begitu terburu-buru?

aku belum sampai di ujung puisi,

juga tak bisa melanjutkan lagi

suara kendaraan ingatkan aku pada janji

menjemputmu dinner di restoran cepat saji

o tidak, kenapa harus tiba-tiba berhenti?

malam itu kupilih tidur lebih dini

biar rasa bersalah dan gelisah pergi

mimpi buruk bangunkan aku terlalu pagi

agar tenang, kubuat sendiri secangkir kopi

kubuka semua jendela dan pintu depan

di beranda kutemukan sisa tempias hujan

diterpa emas cahaya matahari berkilauan

seperti melihatmu telentang tanpa pakaian

aku masuk, komputer kunyalakan

puisi ini ingin segera aku selesaikan

sebelum kendaraan kembali berkeliaran

Jogjakarta, 2004

kisah seorang suami

seminggu setelah istrinya mati

pasangan pembantu pamit pergi

“tak ada lagi yang bisa aku kerjakan

sekarang tuan membuka pintu pelan,

di tembok tak ada lagi luka bantingan

yang perlu aku cat sekali sepekan,”

kata yang laki penuh kesedihan.

“di dapur tak ada piring dan gelas pecah

yang tuan lempar setiap marah-marah,

sepanjang hari aku hanya istirah

kami seperti makan gaji buta,”

kata yang perempuan penuh ketulusan.

selain menangis dan menyesali diri

tak tahu apa yang harus ia perbuat lagi

kini ia tinggal sendiri dikerubung sepi

Jogjakarta, 2004

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s